Categories
Business

Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir

Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang setelah tanggul irigasi Sungai Kalimalang jebol pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Insiden ini menyebabkan pemukiman warga terendam air setinggi 50–70 sentimeter dan ratusan keluarga terdampak.

Penyebab dan Kronologi

Peristiwa terjadi ketika tanggul irigasi Kalimalang (Tarum Barat) di Dusun Cisalak, Desa Margakaya mengalami retakan dan kemudian jebol sepanjang sekitar 5–6 meter setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam. Kondisi tersebut membuat volume air sungai langsung masuk ke permukiman warga.

Dampak Banjir

  • Sekitar 400–810 jiwa atau sekitar 235–400 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terendam banjir di beberapa dusun setempat.

Air juga merendam lahan pertanian yang dekat dengan lokasi kejadian.

Ketinggian air dilaporkan terus meningkat karena debit sungai masih tinggi.

Upaya Penanganan Darurat

Pemerintah Kabupaten Karawang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani bencana ini:

✔️ Evakuasi dan bantuan — Petugas menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan.

✔️ Koordinasi lintas instansi — BPBD bekerja sama dengan Polri, TNI, relawan, dan Perum Jasa Tirta II untuk mengurangi dampak banjir dan siaga di lapangan.

✔️ Pengendalian air — Perum Jasa Tirta II mematikan beberapa pompa di Bendung Curug yang memasok air ke Kalimalang untuk mengurangi debit air.

✔️ Material darurat — Material seperti bronjong dan karung pasir dikirimkan untuk membangun tanggul sementara di lokasi jebol.

Tinjauan Pemerintah Daerah

Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung meninjau lokasi dan meminta langkah antisipatif agar dampak banjir tidak semakin luas. Ia juga meminta agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur tanggul guna mencegah kejadian serupa di masa depan, terutama mengingat banyak tanggul yang sudah tua.

Imbauan dan Situasi Warga

Pejabat BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengamankan barang berharga, serta bersiap jika kondisi air makin tinggi. Sampai saat ini belum ada laporan jumlah pengungsian secara resmi karena beberapa warga memilih tetap di rumah dengan hati-hati mengikuti arahan evakuasi.